Rabu, 12 Maret 2014

BAHAN PENGHANTAR LISTRIK 2

PENJELASAN BAHAN PENGHANTAR (KONDUKTOR)

5. Klasifikasi Konduktor
 Klasifikasi konduktor menurut bahannya:
Ø
1. Kawat logam biasa, contoh:
a. BBC (Bare Copper Conductor).
b. AAC (All Aluminum Alloy Conductor).
2. kawat logam campuran (Alloy), contoh:
a. AAAC (All Aluminum Alloy Conductor)
b. kawat logam paduan (composite), seperti: kawat baja berlapis tembaga (Copper Clad Steel) dan kawat baja berlapis aluminium (Aluminum Clad Steel).
3. kawat lilit campuran, yaitu kawat yang lilitannya terdiri dari dua jenis logam atau lebih,
contoh: ASCR (Aluminum Cable Steel Reinforced).
 Klasifikasi konduktor menurut konstruksinya:
Ø
1. kawat padat (solid wire) berpenampang bulat.
2. kawat berlilit (standart wire) terdiri 7 sampai dengan 61 kawat padat yang dililit menjadi satu, biasanya berlapis dan konsentris.
3. kawat berongga (hollow conductor) adalah kawat berongga yang dibuat untuk mendapatkan garis tengah luar yang besar.
 Klasifikasi konduktor menurut bentuk fisiknya:
Ø
1. konduktor telanjang.
2. konduktor berisolasi, yang merupakan konduktor telanjang dan pada bagian luarnya diisolasi sesuai dengan peruntukan tegangan kerja, contoh:
a. Kabel twisted.
b. Kabel NYY
c. Kabel NYCY
d. Kabel NYFGBY

6. Karakteristik Konduktor
Ada 2 (dua) jenis karakteristik konduktor, yaitu:
1. karakteristik mekanik, yang menunjukkan keadaan fisik dari konduktor yang menyatakan kekuatan tarik dari pada konduktor (dari SPLN 41-8:1981, untuk konduktor 70 mm? berselubung AAAC-S pada suhu sekitar 30? C, maka kemampuan maksimal dari konduktor untuk menghantar arus adalah 275 A).
2. karakteristik listrik, yang menunjukkan kemampuan dari konduktor terhadap arus listrik yang melewatinya (dari SPLN 41-10 : 1991, untuk konduktor 70 mm2 berselubung AAAC-S pada suhu sekitar 30o C, maka kemampuan maksimum dari konduktor untuk menghantar arus adalah 275 A).
 Konduktivitas listrik
Ø
Sifat daya hantar listrik material dinyatakan dengan konduktivitas, yaitu kebalikan dari resistivitas atau tahanan jenis penghantar, dimana tahanan jenis penghantar tersebut didefinisikan.
dimana;
A : luas penampang (m2)
l : Panjang penghantar (m)
R : tahanan penghantar (ohm)
Menyatakan kemudahan – kemudahan suatu material untuk meneruskan arus listrik. Satuan konduktivitas adalah (ohm meter). Konduktivitas merupakan sifat listrik yang diperlukan dalam berbagai pemakaian sebagai penghantar tenaga listrik dan mempunyai rentang harga yang sangat luas. Logam atau material yang merupakan penghantar listrik yang baik, memiliki konduktivitas listrik dengan orde 107 (ohm.meter) -1 dan sebaliknya material isolator memiliki konduktivitas yang sangat rendah, yaitu antara 10-10 sampai dengan 10-20 (ohm.m)-1. Diantara kedua sifat ekstrim tersebut, ada material semi konduktor yang konduktivitasnya berkisar antara 10-6 sampai dengan 10-4 (ohm.m)-1. Berbeda pada kabel tegangan rendah, pada kabel tegangan menengah untuk pemenuhan fungsi penghantar dan pengaman terhadap penggunaan, ketiga jenis atau sifat konduktivitas tersebut diatas digunakan semuanya.
——————————————————————————————
Logam Konduktivitas listrik ohm meter
Perak ( Ag ) ………………………. 6,8 x 107
Tembaga ( Cu ) ………………….. 6,0 x 107
Emas ( Au ) …………………….. .. 4,3 x 107
Alumunium ( Ac ) ………………. .. 3,8 x 107
Kuningan ( 70% Cu – 30% Zn )… 1,6 x 107
Besi ( Fe ) ………………………… 1,0 x 107
Baja karbon ( Ffe – C ) …………. 0,6 x 107
Baja tahan karat ( Ffe – Cr ) …… 0,2 x 107

Tabel 1. Konduktivitas Listrik Berbagai Logam dan Paduannya Pada Suhu Kamar.

 Kriteria mutu penghantar
Ø
Konduktivitas logam penghantar sangat dipengaruhi oleh unsur – unsur pemadu, impurity atau ketidaksempurnaan dalam kristal logam, yang ketiganya banyak berperan dalam proses pembuatan pembuatan penghantar itu sendiri. Unsur – unsur pemandu selain mempengaruhi konduktivitas listrik, akan mempengaruhi sifat – sifat mekanika dan fisika lainnya. Logam murni memiliki konduktivitas listrik yang lebih baik dari pada yang lebih rendah kemurniannya. Akan tetapi kekuatan mekanis logam murni adalah rendah.
Penghantar tenaga listrik, selain mensyaratkan konduktivitas yang tinggi juga membutuhkan sifat mekanis dan fisika tertentu yang disesuaikan dengan penggunaan penghantar itu sendiri.
Selain masalah teknis, penggunaan logam sebagai penghantar ternyata juga sangat ditentukan oleh nilai ekonomis logam tersebut dimasyarakat. Sehingga suatu kompromi antara nilai teknis dan ekonomi logam yang akan digunakan mutlak diperhatikan. Nilai kompromi termurahlah yang akan menentukan logam mana yang akan digunakan. Pada saat ini, logam Tembaga dan Aluminium adalah logam yang terpilih diantara jenis logam penghantar lainnya yang memenuhi nilai kompromi teknis ekonomis termurah.
Dari jenis–jenis logam penghantar pada tabel 1. diatas, tembaga merupakan penghantar yang paling lama digunakan dalam bidang kelistrikan. Pada tahun 1913, oleh International Electrochemical Comission (IEC) ditetapkan suatu standar yang menunjukkan daya hantar kawat tembaga yang kemudian dikenal sebagai International Annealed Copper Standard (IACS). Standar tersebut menyebutkan bahwa untuk kawat tembaga yang telah dilunakkan dengan proses anil (annealing), mempunyai panjang 1m dan luas penampang 1mm2, serta mempunyai tahanan listrik (resistance) tidak lebih dari 0.017241 ohm pada suhu 20oC, dinyatakan mempunyai konduktivitas listrik 100% IACS.
Akan tetapi dengan kemajuan teknologi proses pembuatan tembaga yang dicapai dewasa ini, dimana tingkat kemurnian tembaga pada kawat penghantar jauh lebih tinggi jika dibandingkan pada tahun 1913, maka konduktivitas listrik kawat tembaga sekarang ini bisa mencapai diatas 100% IACS.
Untuk kawat Aluminium, konduktivitas listriknya biasa dibandingkan terhadap standar kawat tembaga. Menurut standar ASTM B 609 untuk kawat aluminium dari jenis EC grade atau seri AA 1350(*), konduktivitas listriknya berkisar antara 61.0 – 61.8% IACS, tergantung pada kondisi kekerasan atau temper. Sedangkan untuk kawat penghantar dari paduan aluminium seri AA 6201, menurut standar ASTM B 3988 persaratan konduktivitas listriknya tidak boleh kurang dari 52.5% IACS. Kawat penghantar 6201 ini biasanya digunakan untuk bahan kabel dari jenis All Aluminium Alloy Conductor (AAAC).
Disamping persyaratan sifat listrik seperti konduktivitas listrik diatas, kriteria mutu lainnya yang juga harus dipenuhi meliputi seluruh atau sebagian dari sifat – sifat atau kondisi berikut ini, yaitu:
a. komposisi kimia.
b. sifat tarik seperti kekuatan tarik (tensile strength) dan regangan tarik (elongation).
c. sifat bending.
d. diameter dan variasi yang diijinkan.
e. kondisi permukaan kawat harus bebas dari cacat, dan lain-lain.


TAMAT

Selasa, 11 Februari 2014

Perbaikan Listrik

Dengan hormat,
Bersama ini kami beritahukan harga pemasangan Instalasi Rumah dan Kantor adalah 
sebesar Rp. 150.000,-/titik minimal 6 (enam) titik, dengan ketentuan sebagai berikut :
  • Instalasi untuk Rumah Sederhana 
  • Instalasi untuk Rumah Menengah
  • Instalasi untuk Rumah Mewah
  • Instalasi untuk Kantor Kecil
  • Instalasi untuk Kantor Menengah
  • Instalasi untuk Kantor Besar
  • Material yang dipasang berstandart SNI
  • Titik Instalasi terdiri dari :
    1. Titik Lampu
    2. Titik stop kontak
    3. Titik Saklar
    4. Titik arde (pembumian)
    5. Titik zekring kas / fuse box
    6. Fire Alarm
  • Daya 450 VA s/d Ukuran Besar

Sedangkan harga pembongkaran Instalasi Rumah dan Kantor adalah 
sebesar Rp. 27.500,-/titik minimal 6 (enam) titik, dengan ketentuan sebagai berikut :
  • Instalasi untuk Rumah Sederhana 
  • Instalasi untuk Rumah Menengah
  • Instalasi untuk Rumah Mewah
  • Instalasi untuk Kantor Kecil
  • Instalasi untuk Kantor Menengah
  • Instalasi untuk Kantor Besar
  • Material yang dipasang berstandart SNI
  • Titik Instalasi terdiri dari :
    1. Titik Lampu
    2. Titik stop kontak
    3. Titik Saklar
    4. Titik arde (pembumian)
    5. Titik zekring kas / fuse box
    6. Fire Alarm
  • Daya 450 VA s/d Ukuran Besar
PEKERJAAN PEMASANGAN LISTRIK
  • Pembersihan lapangan dan peralatan LS (Lumpsum) diperbolehkan 
  • Bongkar instalasi listrik, LAN dan telepon LS (Lumpsum) diperbolehkan 
  • Instalasi telepon = 150.000,-/titik minimal 6 (enam) titik
  • Instalasi LAN = 150.000,-/titik minimal 6 (enam) titik
  • Instalasi lampu = 150.000,-/titik minimal 6 (enam) titik
  • Instalasi saklar = 150.000,-/titik minimal 6 (enam) titik
  • Jasa pasang jaringan telepon = 100.000,-/titik minimal 6 (enam) titik
  • Jasa pasang jaringan LAN = 150.000,-/titik minimal 6 (enam) titik
  • Jasa pasang lampu = 150.000,-/titik minimal 6 (enam) titik
  • Jasa pasang saklar = 150.000,-/titik minimal 6 (enam) titik
  • pasang saklar = 150.000,-/titik minimal 6 (enam) titik
  • pasang + bahan  saklar = 250.000,-/titik minimal 6 (enam) titik
  • Jasa bongkar + pasang saklar = 250.000,-/titik minimal 6 (enam) titik
  • Jasa bongkar + pasang + bahan  saklar = 300.000,-/titik minimal 6 (enam) titik
  • pasang lampu besar TL = 200.000,-/titik minimal 6 (enam) titik
  • pasang + bahan  lampu besar 1 TL = 450.000,-/titik minimal 6 (enam) titik
  • pasang + bahan  lampu besar 2 TL = 550.000,-/titik minimal 6 (enam) titik
  • Jasa bongkar + pasang lampu besar TL = 350.000,-/titik minimal 6 (enam) titik
  • Jasa bongkar + pasang + bahan  lampu besar 1 TL = 550.000,-/titik minimal 6 (enam) titik
  • Jasa bongkar + pasang + bahan  lampu besar 2 TL = 650.000,-/titik minimal 6 (enam) titik
  • pasang lampu downlight = 180.000,-/titik minimal 6 (enam) titik
  • pasang + bahan  lampu downlight = 250.000,-/titik minimal 6 (enam) titik
  • Jasa bongkar + pasang lampu downlight = 280.000,-/titik minimal 6 (enam) titik
  • Jasa bongkar + pasang + bahan  lampu downlight = 350.000,-/titik minimal 6 (enam) titik
  • Jasa bongkar + pasang lampu besar Hologen (lampu tembak untuk proyek) = 350.000,-/titik minimal 6 (enam) titik
  • Jasa bongkar + pasang + bahan  lampu besar 1 Hologen (lampu tembak untuk proyek) = 550.000,-/titik minimal 6 (enam) titik
  • Jasa bongkar + pasang + bahan  lampu besar 2 Hologen (lampu tembak untuk proyek) = 750.000,-/titik minimal 6 (enam) titik 
NB : Harga belum termasuk PPN 10%
Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terimakasih.

Selasa, 14 Januari 2014

BAHAN PENGHANTAR LISTRIK 1



PENJELASAN BAHAN PENGHANTAR (KONDUKTOR)
Mengapa konduktor mudah dialiri listrik?
knapa sih konduktor gampang dialiri listrik? trus knp isolator susah dialiri listrik?
tlng sya...
Jawaban:

1. Bahan Penghantar (Konduktor)
Penghantar dalam teknik elektronika adalah zat yang dapat menghantarkan arus listrik, baik berupa zat padat, cair atau gas. Karena sifatnya yang konduktif maka disebut konduktor. Konduktor yang baik adalah yang memiliki tahanan jenis yang kecil. Pada umumnya logam bersifat konduktif. Emas, perak, tembaga, alumunium, zink, besi berturut-turut memiliki tahanan jenis semakin besar. Jadi sebagai penghantar emas adalah sangat baik, tetapi karena sangat mahal harganya, maka secara ekonomis tembaga dan alumunium paling banyak digunakan.
Bahan Penghantar (konduktor) adalah bahan yang menghantarkan listrik dengan mudah. Bahan ini mempunyai daya hantar listrik (Electrical Conductivity) yang besar dan tahanan listrik (Electrical Resistance) kecil. Bahan penghantar listrik berfungsi untuk mengalirkan arus listrik. Perhatikan fungsi kabel, kumparan/lilitan pada alat listrik yang anda jumpai. Juga pada saluran transmisi/distribusi. Dalam teknik listrik, bahan penghantar yang sering dijumpai adalah tembaga dan alumunium.

2. Sifat bahan konduktor.
Yang termasuk bahan-bahan penghantar (konduktor) adalah bahan yang memiliki banyak elektron bebas pada kulit terluar orbit. Elektron bebasini akan sangat berpengaruh pada sifat bahan tersebut. Jika suatu bahan listrik memiliki banyak elektron bebas pada orbit-orbit elektron, bahan ini memiliki sifat sebagai penghantar listrik. Bahan penghantar memiliki sifat-sifat penting, yaitu : Daya Hantar Listrik Arus yang mengalir dalam suatu penghantar selalu mengalami hambatan dari penghantar itu sendiri.

3. Jenis Bahan Konduktor
Bahan-bahan yang dipakai untuk konduktor harus memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut:
1. Konduktifitasnya cukup baik.
2. Kekuatan mekanisnya (kekuatan tarik) cukup tinggi.
3. Koefisien muai panjangnya kecil.

4. Modulus kenyalnya (modulus elastisitas) cukup besar.
Bahan-bahan yang biasa digunakan sebagai konduktor, antara lain:
1. Logam biasa, seperti: tembaga, aluminium, besi, dan sebagainya.
2. Logam campuran (alloy), yaitu sebuah logam dari tembaga atau aluminium yang diberi campuran dalam jumlah tertentu dari logam jenis lain, yang gunanya untuk menaikkan kekuatan mekanisnya.
3. Logam paduan (composite), yaitu dua jenis logam atau lebih yang dipadukan dengan cara kompresi, peleburan (smelting) atau pengelasan (welding).





BERSAMBUNG TANGGAL 12 FEBRUARI 2014




Senin, 04 Maret 2013

JASA LISTRIK

HARGA JASA PERTITIK 2013-2014

Dengan hormat,
Bersama ini kami beritahukan harga pemasangan Instalasi Rumah dan Kantor adalah 
sebesar Rp. 150.000,-/titik minimal 6 (enam) titik, dengan ketentuan sebagai berikut :
  • Instalasi untuk Rumah Sederhana 
  • Instalasi untuk Rumah Menengah
  • Instalasi untuk Rumah Mewah
  • Instalasi untuk Kantor Kecil
  • Instalasi untuk Kantor Menengah
  • Instalasi untuk Kantor Besar
  • Material yang dipasang berstandart SNI
  • Titik Instalasi terdiri dari :
    1. Titik Lampu
    2. Titik stop kontak
    3. Titik Saklar
    4. Titik arde (pembumian)
    5. Titik zekring kas / fuse box
    6. Fire Alarm
  • Daya 450 VA s/d Ukuran Besar

Sedangkan harga pembongkaran Instalasi Rumah dan Kantor adalah 
sebesar Rp. 27.500,-/titik minimal 6 (enam) titik, dengan ketentuan sebagai berikut :
  • Instalasi untuk Rumah Sederhana 
  • Instalasi untuk Rumah Menengah
  • Instalasi untuk Rumah Mewah
  • Instalasi untuk Kantor Kecil
  • Instalasi untuk Kantor Menengah
  • Instalasi untuk Kantor Besar
  • Material yang dipasang berstandart SNI
  • Titik Instalasi terdiri dari :
    1. Titik Lampu
    2. Titik stop kontak
    3. Titik Saklar
    4. Titik arde (pembumian)
    5. Titik zekring kas / fuse box
    6. Fire Alarm
  • Daya 450 VA s/d Ukuran Besar

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terimakasih.

 Contoh Gambar 1


Contoh Gambar 2

Rabu, 06 Februari 2013

PERBAIKAN INSTALASI LISTRIK




Dasar – Dasar Instalasi Listrik


Standarisasi dan Persyaratan
Tujuan standarisasi ialah mencapai keseragaman antara lain mengenai
1. Ukuran , bentuk dan mutu barang.
2. Cara menggambar dan cara kerja
Dengan makin rumitnya konstruksi dan makin meningkatnya jumlah dan jenis barang yang dihasilkan, standarisasi menjadi suatu keharusan.
- Standarisasi juga mengurangi pekerjaan tangan maupun pekerjaan otak. Dengan tercapainya standarisasi, mesin-mesin dn alat-alat dapat dipergunakan secara lebih baik dan lebih efisien, sehingga dapat menurunkan harga pokok dan meningkatkan mutu.
- Standarisasi membatasi jumlah jenis bahan dan barang, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan.
Peraturan umum untuk instalasi cahaya dan tenaga.
1. Semua alat hubung dan perlangkapan pembagi pesawat listrik, motor listrik, hantaran dari alat-alat harus memenuhi peraturan dan pemeriksaan yang berlaku untuk itu.
2. Hal tersebut di atas tidak berlaku untuk tegangan yang lebih dari pada yang ditetapkan.
3. Tegangan untuk instalasi penerangan arus bolak-balik tidak boleh lebih tinggi dari 300 volt terhadap tanah.
4. Instalasi harus terdiri dari paling sedikit dua golongan. Terkecuali jika instalasi tersebut tidak lebih dari 6 titik hubung. Tiap golongan tidak lebih dari 12 titik hubung, untuk pemasangan yang baru tidak lebih dari 10 titik. Ketentuan di atas tidak berlaku untuk penerangan reklame, pesta dan yang bersifat istimewa seperti pada toko.
5. Setiap golongan penerangan, pembagian arusnya harus sama rata pada bagian fasenya.
Instalasi Rumah Tinggal
Untuk pemasangan suatu instalasi listrik lebih dahulu harus dibuat gambar-gambar rencananya berdasarkan denah bangunan, dimana instalasinya akan dipasang jika spesifikasinya dan syarat-syarat pekerjaan yang diterima dari pihak bangunan / pemesan. Harus diperhatikan spesifikasi dan syarat pekerjaan ini menguraikan syarat yang harus dipenuhi pihak pemborong, antara lain mengenai pelaksanaannya material yang digunakan, waktu penyerahannya dan sebagainya.
Gambar-gambarnya harus jelas, mudah dibaca dan dimengerti. Gambar denah bangunannya biasanya disederhanakan. Dinding-dindingnya digambar dengan garis tunggal agar tipis, saluran-saluran listriknya karena lebih penting maka digambar lebih tebal. Supaya gambarnya rapi harus dipilih tebal garis yang tepat.
Menurut ayat 401B3, gambar-gambar yang diperlukan yaitu :
Gambar situasi, untuk menyatakan letak bangunan dimana sintalasinya akan dipasang, serta rencana penyambungan dengan jaringan PLN.
A) Gambar Instalasinya meliputi :
- Rencana penempatan semua peralatan listrik yang akan dipasang dan sarana peralatan, misalnya titik lampu, sakelar, kontak-kontak, perlengkapan hubung bagi.
- Rencana penyambungan peralatan listrik dengan alat pelayanannya misalnya antara lampu dengan sakelarnya, motor dan pengasutnya dan sebagainya.
- Hubungan antara peralatan listrik dan sarana pelayanannya dengan perlengkapan hubung bagi yang bersangkutan.
- Data teknis penting dari setiap peralatan listrik yang akan dipasang




perencanaan letak saklar,lampu dan stop kontak
B) Diagram instalasi garis tunggal meliputi :
- Diagram perlengkapan hubung bagi dengan keterangan mengenai ukuran/daya nominal setiap komponen.
- Keterangan mengenai beban yang terpasang dan pembaginya.
- Ukuran dan jenis hantaran yang akan digunakan.
- System pentanahannya.






diagram garis tunggal
C) Gambar perincian atau keterangan yang diperlukan misalnya :
- Perkiraan ukuran fisik perlengkapan hubung bagi.
- Cara pemasangan alat-alat listriknya
- Cara pemasangan kabelnya.
- Cara kerja instalasi kontrolnya kalau ada.




Pengawasan dan tanggung jawab.
Pengawasan pemasangan instalasi listrik dan tanggung jawab pelaksana dan pelaksanaan pekerjaan diatur dalam pasal 910 antara lain ditentukan sebagai berikut.
1. Setiap pemasangan listrik harus mendapat ijin dari instansi yang berwenang, umumnya dari cabang PLN setempat.
2. Penaggung jawab pekerjaan instalasi harus seorang yang ahli berilmu pengetahuan dalam pekerjaan instalasi listrik danmemiliki ijin dari instansi yang berwenang.
3. Pekerjaan pemasangan instalasi listrik harus diawasi oleh seorang pengawas yang ahli dan berpengetahuan tentang listrik, menguasai pengaturan perlistrikan, berpengalaman dlaam pemasangan instalasi listrik dan bertanggung jawab atas keselamatan para pekerjanya.
4. Pekerjaan pemasangan instalasi listrik harus dilaksanakan oleh orang-orang yang berpengalaman tentang listrik.
5. Pemasangan instalasi listrik yang selesai dikerjakan harus dilaporkan secara tertulis kepada bagan pemeriksa (umumnya PLN setempat) untuk diperiksa dan diuji.
6. Setelah dinyatakan baik secara tertulis oleh bagan pemeriksa dan sebelum diserahkan kepada pemilik, instalasinya harus dicoba dengan tegangan dan arus kerja penuh selama waktu yang cukup lama, semua peralatan yang dipasang harus dicoba.
7. Perencana suatu instalasi listrik bertanggung jawab atas rencana yang telah dibuatnya.
8. Pelaksana pekerjaan instalasi listrik bertanggung jawab atas pekerjaannya selama batas waktu tertentu. Jika terjadi suatu kecelakaan karena kesalahan pemasangan ia bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut.
Pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik meliputi :
1. Tanda-tanda.
2. Peralatan listrik yang dipasang.
3. Cara pemasangannya.
4. Polaritasnya.
5. Pentanahannya.
6. Tahanan isolasi.
7. Continuenitas rangkaian.
Alat-alat dan bahan yang umum dalam pembuatan instalasi listrik rumah tinggal.
- Penghantar / kabel.




- Pipa PVC untuk pengkabelan yang di tanam di dalam tembok dengan ukuran standart.

- Kotak cabang(T-Dos / Cross-Dos).




- L-bo untuk tikungan pada pipa.



- Rol isolator bila digunakan.


- Klem pipa.



- Sekrup ukuran yang sama dengan klem pipa.





- Saklar (sakelar tunggal, sakelar ganda, sakelar seri, sakelar tukar/sakelar hotel dsb) apa yang diperlukan.



- Stop kontak.



- Lampu (tergantung lampu apa yang perlu digunakan).







- Sekring / MCB.


- Obeng + dan obeng -.



- Tang kombinasi, tang potong, tang cucut dsb.



- Palu.


- Jangan lupa! Yang terpenting dalam pekerjaan instalatir adalah TESTPEN